Tak ada hasil yang ditemukan

    Pengembara (Karya D. Zawawi Imron)

     


    Puisi selalu punya cara unik untuk membawa kita berjalan lebih jauh dari sekadar kata-kata. Dalam “Pengembara”, Zawawi Imron tidak hanya bercerita tentang perjalanan fisik, tetapi juga tentang pencarian makna, arah, dan jati diri. Setiap lariknya terasa seperti langkah kaki yang menapaki jalan sunyi, penuh perenungan dan kejujuran batin.

    Melalui puisi ini, pembaca diajak menyelami perjalanan seorang manusia yang terus bergerak, bukan hanya karena tujuan, tetapi karena dorongan untuk memahami hidup itu sendiri. Ada kesederhanaan dalam bahasanya, namun justru di situlah letak kekuatannya menggugah tanpa perlu berisik.

    Semoga puisi ini bisa menjadi ruang singgah sejenak, tempat kita merenung, atau bahkan menemukan kembali sesuatu yang selama ini kita cari tanpa sadar

    Pengembara (Karya D. Zawawi Imron)

    Puisi “Pengembara” karya D. Zawawi Imron membangun lanskap emosional tentang perjalanan, kerinduan, serta tanggung jawab sosial yang menyertai ...

    Pengembara

    biru restumu, ibu!

    warna tahi tembaga di wajah langitku

    telah hikmati langkahku

    yang suam-suam kuku

     

    ada rantau hendak kuputar

    dalam mataku

    di sudut dusun yang sepi

    kujumpai seorang petani

    duhai, ibu!

    matanya

    bentangi paras tanah derita

    dan langit biru

    melas hatinya

    buah siwalan muda diperam di laut darah

     pengembara!

     pada kota-kota yang hendak kaujelajah

    mengombak sedu, ya

      di sanalah aku

     

    ibu!

    betapa panas

    seratus kota

    di hatiku berkobar

     


    Posting Komentar

    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال